Jangan Asal Seduh! Begini Cara Benar Mengolah Biji Selasih Agar Nutrisinya Terjaga
Biji selasih sering kali hanya dianggap sebagai pemanis tampilan dalam es buah atau puding. Butiran hitam kecil yang berubah menjadi kenyal saat terkena air ini sebenarnya adalah superfood lokal yang luar biasa. Berasal dari tanaman kemangi (Ocimum basilicum), biji selasih kaya akan serat, zat besi, dan antioksidan polifenol.
Baca Juga:
- Jejak Hitam Nusantara: Sejarah Penyebaran Biji Kopi di Tanah Jawa
- Mengenal Padi Organik: Mengapa Beras Sehat Kini Semakin Diminati?
- Jangan Asal Simpan! Cara Memilih Karung Beras Agar Bebas Kutu
Namun, tahukah Anda bahwa cara menyeduh yang salah bisa merusak kandungan nutrisi di dalamnya? Banyak orang asal mencampurnya dengan air panas mendidih atau merendamnya terlalu singkat. Agar Anda mendapatkan manfaat maksimal bagi pencernaan dan kesehatan jantung, simak panduan cara benar mengolah biji selasih berikut ini.
1. Gunakan Air Suhu Ruang atau Hangat Kuku
Kesalahan paling umum adalah menyeduh biji selasih dengan air yang baru saja mendidih. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak beberapa senyawa antioksidan sensitif yang terkandung dalam biji tersebut.
Cukup gunakan air suhu ruang atau air hangat kuku. Biji selasih memiliki kemampuan menyerap air yang luar biasa; mereka akan mengembang secara alami tanpa perlu bantuan panas ekstrem. Air hangat hanya digunakan jika Anda ingin proses pengembangan sedikit lebih cepat.
2. Rasio Air yang Tepat
Biji selasih bisa mengembang hingga berkali-kali lipat dari ukuran aslinya. Jika Anda menggunakan terlalu sedikit air, biji tidak akan mengembang sempurna dan bagian intinya tetap keras, yang bisa mengganggu kenyamanan saat dikonsumsi.
Rasio ideal adalah 1 sendok makan biji selasih berbanding dengan 1 gelas air (sekitar 200-250 ml). Biarkan biji memiliki ruang yang cukup untuk menyerap air hingga membentuk lapisan gel bening yang tebal di sekelilingnya.
3. Berikan Waktu Rendam yang Cukup
Jangan terburu-buru. Meski terlihat sudah mengembang dalam 2 menit, biji selasih membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk mencapai hidrasi maksimal.
Lapisan gel (mucilage) yang terbentuk saat perendaman inilah yang sangat kaya akan serat larut. Serat ini berfungsi sebagai prebiotik untuk bakteri baik di usus dan membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah. Jika belum mengembang sempurna, manfaat serat ini tidak akan bekerja optimal di dalam sistem pencernaan Anda.
4. Pastikan Kebersihan Biji
Sebelum diseduh, pastikan Anda menggunakan biji selasih yang bersih dan bebas dari debu atau sisa ranting kering. Jika perlu, Anda bisa membilasnya sebentar dengan air mengalir menggunakan saringan halus sebelum direndam dalam air konsumsi. Karena biji selasih akan menyerap air rendamannya, pastikan air yang Anda gunakan adalah air minum berkualitas tinggi.
5. Hindari Penambahan Gula Berlebih
Biji selasih sering kali "tenggelam" dalam sirup manis atau minuman kaleng yang tinggi gula. Padahal, salah satu manfaat utama selasih adalah membantu mengontrol kadar gula darah.
Untuk menjaga nutrisinya tetap bermanfaat, cobalah mencampurkan selasih yang sudah mengembang ke dalam:
Air lemon tanpa gula
Infused water buah-buahan
Yogurt tawar (Greek yogurt)
Smoothies hijau
Mengapa Cara Mengolah Ini Penting?
Biji selasih mengandung serat jenis pektin yang tinggi. Jika diolah dengan benar (terhidrasi sempurna tanpa rusak oleh panas berlebih), pektin ini dapat membantu menurunkan kolesterol dengan mengikat asam empedu di usus. Selain itu, kandungan zat besinya sangat baik untuk mencegah anemia, asalkan tidak rusak dalam proses pengolahan yang salah.

0 Response to "Jangan Asal Seduh! Begini Cara Benar Mengolah Biji Selasih Agar Nutrisinya Terjaga"
Posting Komentar