Rabu, 03 Februari 2016

Jual Karung Transparan di Sidoarjo Jawa Timur

Selain karung laminasi dan karung putih polos, kami juga menjual karung transparan. Tersedia karung transparan ukuran 10kg, 20kg, 25kg, dan 50kg.

Tentang Karung Transparan
Karung transparan 10.10.D.650, maksudnya:
• kerapatan anyaman 10.10
• ketebalan karung (dinnier) D.650.

Ukuran karung transparan yang tersedia:
• 10kg 35 x 55 cm
• 20kg 40 x 70 cm
• 25kg 45 x 71 cm
• 25kg 45 x 75 cm
• 50kg 56 x 90 cm

Melayani Pemesanan Karung Printing & Sablon Merk Khusus
Kami melayani pesanan karung printing & karung sablon merk sendiri sesuai pesanan
- minimal order 30.000 lembar (printing), minimal order 5.000 lembar (sablon)
- mengirim desain merk sendiri dalam bentuk CD
- ada tambahan biaya silinder/film (sekali untuk selamanya)

Untuk informasi harga karung transparan silahkan hubungi kami:
- SMS/call: 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564
- Email: limcorporation2009@gmail.com

Selasa, 22 Desember 2015

Cara Pemupukan Terhadap Tanaman Padi

Pemupukan ialah perihal utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi, pemupukan berguna buat menjaga kesuburan tanah biar sanggup membantu keperluan hara tanaman, mencegah terserang hama & penyakit sebab tanaman jadi sehat, memperbaiki struktur tanah supaya tanah bisa mengikat air, & tanaman tumbuh optimal dgn hasil yg maksimal.

Ketika melaksanakan pemupukan yg penting di ingat yakni jenis pupuk, cara pemupukan, waktu pemupukan, tepat sasaran dan sesuai dengan takaran. Hal ini dimaksudkan supaya pupuk yg telah diaplikasikan ke lahan pertanian memberikan hasil yg baik.

A. Jenis Pupuk 
Tanaman mempunyai dua fase pertumbuhan : vegetatif & generatif. Husus buat tanaman padi fase vegetatif merupakan perbanyakan anakan & pertumbuhan akar. Sedangakan fase generatifnya yakni kepada dikala malai mulai sejak muncul / proses pembungaan sampai pembentukan biji.
Tipe pupuk diaplikasikan serasi bersama fase pertumbuhan tanaman padi. Jenis-jenis pupuk yg ada waktu ini merupakan : Urea, SP36, ZA, NPK, & Petroganik (organik). Dalam tiap-tiap pupuk tersebut mempunyai kandungan yg berbeda-beda & manfaat yg berbeda-beda serta.

Urea mengandung unsur N (nitrogen) banyak sekali 46%. Unsur N ini berfungsi buat :
1. Pembentukan daun hijau
2. Mempercepat pertumbuhan tanaman
3. Merangsang tumbuh anakan
d. Menambah ukuran daun lebih akbar buat fotosintesa.

Sehingga pupuk dgn kandungan N amat sesuai diaplikasikan terhadap kala tanaman lewat fase vegetatif. Air kencing pula tidak sedikit mengandung urea, waktu di fermentasikan sehingga amat tepat sekali juga sebagai pupuk organik cair yg memliki fungsi sama seperti urea.
Kekurangan Urea (unsur N) bisa menyebabkan : Tanaman jadi kerdil, daun tanaman kuning , & hasil rendah.

Kelebihan Urea (unsur N) bisa menyebabkan : Pertumbuhan vegetatif terlampaui subur, tanaman gampang rebah, gampang di serang hama & penyakit, & tidak sedikit butir gabah hijau.
SP36 tidak sedikit mengandung unsur P (phosfor). Unsur P ini berfungsi untuk :
1. Merangsang pertumbuhan akar
2. merangsang pertumbuhan tanaman
3. Mempercepat pemasakan
4. Memperbesar anakan & gabah
5. Memperbesar pembentukan biji & bunga.

Sehingga pupuk yang mengandung unsur P amat sangat sesuai diaplikasikan kepada dua fase merupakan sebahagian fase vegetatif & sebahagian fase generatif. Tulang pula tidak sedikit mengandung phosfor, tulang hewan di bakar selanjutnya di haluskan & di fermentasi dapat dipakai buat pemupukan cair yg mempunyai fungsi sama seperti SP36.
ZA mengandung unsur S (sulfur) & KCL mengandung unsur K (Kalium). Unsur S & K ini berfungsi untuk :
1. Menciptakan batang kokoh maka tak roboh
2. Buah tak enteng rontok
3. Hama penyakit tak gampang menyerang tanaman
4. Gabah menjadi mentes.

Pupuk ZA mengandung N lebih sedikit dari terhadap Urea, ZA sanggup sbg pengganti Urea. Sehingga pupuk ZA teramat pas diaplikasikan kepada fase vegetatif & generatif. Sedangkan pupuk KCL serasi buat fase generatif.
NPK atau di sebut pun dgn Phonska mengandung ke empat unsur di atas N, P, K, S bersama prosentase 15% P, 15% N, 10% S, & 15% K. Sehingga 300 Kg Phonska = kandungan N terhadap urea 100Kg.
Petroganik / pupuk organik yakni pupuk dasaran juga sebagai pengganti pupuk kandang yg akan diaplikasikan sebelum tanah pertanian ditanami padi.

B. Cara Pemupukan Yang Benar
Pemberian pupuk terhadap lahan pertanian padi mesti dilakukan bersama keadaan lahan nyemek, tak boleh tergenang air atau teraliri air dikarenakan akan menyebabkan pupuk hilang dari lahan pertanian/ sawah sebab terbawa air. Pemberiannya mesti ditaburkan dengan cara merata cocok bersama areal pertanaman padi.

Utk pemberian POC (pupuk organik cair) pastikan tangki yg dapat dimanfaatkan buat area pupuk telah steril/ bersih. Tangki yg kepada awalnya diperlukan buat penyemprotan gulma memakai herbisida atau penyemprotan hama bersama instektisida mesti dicuci lalu hingga bersih baru setelah itu dipakai buat POC. Tangki yg tak steril menyebabkan bakteri pengurai kepada POC mati maka pupuk tak memebrikan manfaat maksimal, diluar itu sisa herbisida / pestisida dalam tangki sanggup membunuh tanaman padi.

C. Saat Yang Tepat Pemberian Pupuk 
Pemberian pupuk tak boleh dilakukan terhadap siang hri. Pupuk mesti diaplikasikan terhadap pagi hri atau sore hri utk menghindari tanaman mati sebab reaksi kimia berlangsung antara matahari bersama pupuk, umumnya tanaman jadi layu lantaran terbakar. Kepada pagi hri antara pukul 8-10 / terhadap kala embun telah tak ada.
Berikut saat yang tepat dalam pemberian pupuk, 3 kali dalam satu periode tanam :
• 0-10 hst (hri sesudah tanam) : Pemberian pupuk I
• 18-25 hst (hri sesudah tanam) : Pemberian pupuk II
• 35-45 hst (hri sesudah tanam) : Pemberian pupuk III
Saat usia padi 60-65hst (hri sesudah tanam) tanaman padi bakal mengeluarkan malai/berbunga.
Ketika umur padi mencapai usia 100 hst (hri sesudah tanam) tanaman siap dipanen.
Penyiangan di melaksanakan sebelum melaksanakan pemupukan I & III, disiangi lalu baru selanjutnya dipupuk buat menghindari pupuk diserap oleh gulma/tanaman liar.

D. Ketepatan Takaran Dalam Pemberian Pupuk
Dalam 1 Ha tanaman padi keperluan pupuk yang merupakan berikut:
- Urea 250 Kg / Ha
- SP36 100 Kg / Ha
- ZA 100 Kg / Ha
- NPK 300 Kg / Ha
- Pupuk Organik 500 Kg / Ha

Dosis pemberian pupuk mesti serasi disesuaikan bersama keadaan di arena lapang, kalau tanaman telah hijau sehingga kepada pemberian pupuk ke III tak butuh memanfaatkan Urea. Seminimal barangkali pupuk kimia mula di kurangi lantaran bersifat merusak lahan. Pemakaian pupuk organik bersama porsi yg lebih tidak sedikit di maksudkan utk menyukseskan pertanian selaras bersama alam & berkelanjutan.

E. Tepat Sasaran Dalam pemberian Pupuk
Pemberian pupuk terhadap ruangan di mana tanaman itu berada, bila di benamkan sehingga di memberi jarak 10 centimeter dari tanaman dengan cara melingkar.

Beberapa tahapan dalam pemupukan:
a. Usia 5-7 hri sesudah tanam (HST) dipupuk 100kg Urea/Ha + 100 Kg NPK/Ha
b. Usia 30 HST dipupuk 100 Kg NPK /Ha.
c. Usia 44 HST dipupuk 100 Kg NPK/Ha.
d. Pemberian pupuk hayati (pupuk organik cair) 2 Liter/Ha penerapan disemprotkan terhadap usia 2 & 4 pekan sesudah tanam (HST) terhadap sore hri.
e. Pemberian pupuk silika 1liter/Ha penerapan disemprotkan kepada usia 10 & 30 HST. Diusahakan tak ada hujan 4jam sesudah penyemprotan.

Pupuk silika mengandung unsur Si, mampu menstimulasi fotosintesis & translokasi karbon dioksida (CO2). Silika yg terakumulasi kepada daun padi berfungsi menjaga daun masihlah tegak maka meringankan menangkap cahaya matahari dalam proses fotosintesis & translokasi CO2 ke malai. Unsur Si serta mengurangi cekaman abiotik seperti suhu, radiasi cahaya, angin, air, & kekeringan, juga meningkatkan resistensi tanaman kepada cekaman biotik seperti serangan hama & penyakit.

Silika memmperkuat jaringan tanaman maka lebih tahan pada serangan penyakit & hama terutama hama penggerek batang. Ketersediaan Si yg pass di dalam tanah pun meningkatkan ketahanan tanaman gterhadap ketidak seimbangan unsur hara, seperti kelebihan N, kekurangan & kelebihan P, pun kekurangan Na, Fe, Mn & Al.
Baca juga Panduan Cara Menanam Padi Yang Benar.

Minggu, 13 Desember 2015

Produsen Karung Beras, Karung Laminating Cap Kepala Singa dan Cendrawasih

Kami produsen karung beras, karung transparan, karung putih polos, dan karung laminating di Surabaya. Tersedia berbagai macam ukuran karung, mulai dari karung 5kg, 10kg, 20kg, 25kg dan 50kg.
Bagi yg membutuhkan karung beras, karung laminasi kami siap melayani buat semua wilayah Indonesia. Minimal order 5000 lembar. Sedia karung laminasi yg telah bermerk bersama pilihan bermacam macam brand yg sanggup dipasarkan dengan cara umum, antara lain : 
1. Bianglala 
2. Lele Nomor Wahid 
3. Bunga 
4. Pak Tani 
5. Aprikort 
6. Tomat dan Cerry 
7. Cendrawasih 
8. Putri Agri 
9. Kepala Singa. 
Kami sediakan karung beras laminasi dgn ukuran 5kg, 10kg, 20kg, & 25kg. 
Informasi harga sms/call : 0877.0282.1277 / 08123.258.4950 / 0852.3392.5564. 

♦ Karung Putih Sablon dan Karung Laminasi Brand Sendiri
Kami pula melayani pemesanan karung putih sablon brand husus, minimal order 5000 lembar. 
Utk pemesanan karung laminasi printing brand kusus minimal order 30.000 lembar + budget silinder 3jt-7jt tergantung ukuran. 
Bagi pun melayani keperluan karung putih polos & karung transparan. 

Buat kabar harga karung beras silakan hubungi kami : 
♦ SMS/call : 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564

Senin, 16 November 2015

Panduan Cara Menanam Padi Yang Benar

Bagi para petani tentu gak ada yang memuaskan selain mendapati hasil panen yang nomer wahid dan buanyak. Utk itu kali ini saya hanya bakal membahas menyangkut dengan cara apa kiat menanam padi yang baik dan benar supaya memperoleh hasil panen yang maksimal. Menanam padi tentunya tidak lepas dari sawah, didataran rendah bisa amat was-was menanam padi disaat musim penghujan, karena kebanyakan banjir datang dan menenggelamkan lahan para petani. 

Pengolahan Tanah 
Trik Mengolah Tanah : 
Pengolahan tanah utk penanaman padi harus sudah disiapkan sejak dua bulan penanaman. Pelaksanaanya sanggup dilakukan dengan dua macam kiat adalah dengan kiat tradisional dan kiat mutakhir. 
- Pengolahan tanah sawah dengan cara tradisional, adalah pengolahan tanah sawa dengan alat-alat sederhana seperti sabit, cangkul, bajak dan garu yang semuaya dilakukan oleh nusia atau dibantu ooleh binatang misalnya, kerbau dan sapi. 
- Pengolahan tanah sawah dengan cara trendi adalah pengolahaan tanah sawa yang dilaukan bersama mesin. Dengan traktor dan alat-alat pengolahan tanah yang serba dapat kerja sendiri. 

1. Pembersihan 
Sebelum tanah sawa dicangkul harus dibersihkan lebih lalu dari jerami-jerami atau rumput-rumput yang ada. 

Dikumpulkan di satu area atau dijadikan kompos. Sebaiknya jangan dibakar, dikarenakan pembakaran jerami itu bakal menghilangkan zat nitrogen yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. 

2. Pencangkulan 
Sawah yang sanggup dicangkul harus digenagi air apalagi lalu agar tanah menjjadi lunak dan rumput-rumputnya langsung membusuk. Pekerjaan pencangkulan ini dilanjutkan pula dengan perbaikan pematang-pematang yang bocor. 

3. Pembajakan 
Sebelum pembajakan, sawah sawah harus digenangi air lebih lalu. Pembajakan dimulai dari tepi atau dari tengah petakan sawah yang dalamnya antara 12-20 cm. tujuan pembajakan yakni mematikan dan membenamkan rumput, dan membenamkan bahan-bahan organis seperti : pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos sehingga bercampur bersama tanah. Selesai pembajakan sawah digenagi air lagi selagi 5-7 hari untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan melunakan bongkahan-bongkahan tanah. 

4. Penggaruan 
Pada diwaktu sawah akan digaru genangan air dikurangi. Sehingga cukup hanyya utk membasahi bongkahan-bongkahan tanah saja. Penggaruan dilakukan berrulang-ulang sehingga sisa-sisa rumput terbenam dan mengurangi perembesan air ke bawah. 

Setelah penggaruan pertama selesai, sawah digenagi air lagi sewaktu 7-10 hari, selang beberapa hari diadakan pembajakan yyang kedua. Tujusnnya merupakan : meratakan tanah, meratakan pupuk dasar yang dibenamkan, dan pelumpuran supaya menjadi lebih sempurna. 

Pencarian mutu benih yang akan dimanfaatkan : Siapkan kain ukuran 20 centimeter x 30 cm.Siapkan benih sejumlah 100 butir selanjutnya direndam dalam air selama ± 2 jam.Benih yang sudah direndam diletakkan di atas, kain yang sudah dibasahi (lembab). Tunggu 3-5 hari, selanjutnya hitung benih yang berkecambah. Seandainya benih yang berkecambah lebih dari 90 butir, berarti benih tersebut berkualitas tinggi. 

Memilih Area Pesemaian 
Area untuk membuat pesemaian merupakan syarat yang harus diperhatikan supaya diperoleh bibit yang baik.*Tanahnya harus yang subur, banyak mengandung humus, dan gembur.*Tanah itu harus tanah yang terbuka, tidak terlindung oleh pepohonan, sehingga sinar matahari dapat di terima dan dipergunakan sepenuhnya. 
*Dekat dgn sumber air terutama untuk pesemaian basah, dikarenakan pesemaian banyak membutuhkan air. Sedangkan pesemaian kering dimaksudkan gampang memperoleh air untuk menyirami apabila persemaian itu mengalami kekeringan. 
*Apabila areal yang dapat ditanami cukup luas sebaiknya tempat pengerjaan pesemaian tidak berkumpul menjadi satu ruang tapi dibuat memencar. Aspek itu utk menghemat biaya atau tenaga pengangkutannya. 

Mengerjakan Tanah Utk Pesemaian 
Tanah pesemaian harus mulai dikerjakan lebih kurang 50 hari sebelum penanaman. Sebab adanya dua jenis padi, adalah padi basah dan ppadi kering, maka tanah pesemaian sanggup serta dibedakan atas pesemaian basah dan pesemaian kering. 

* Pesemaian Lahan Basah 
Dalam membuat pesemaian basah harus dipilih tanah sawah yang betul-betul subur. Rumput-rumput dan jerami yang masihlah tertinggal harus dibeersihkan lebih dulu. Setelah Itu sawah digenangi air, maksud digenagi air ini biar tanag menjadi klunak, rumpput-rumputan yang akan tumbuh menjadi mati, dan bermacam-macam serngga yang bisa merusak bibit mmati pun. 

Setelah Itu, apabila tanah sudah cukup lunak lalau dibajak/digaru dua kali atau tanah menjadi halus. Pada dikala itu juga sekaligus dibuat petakan-petakan dan memperbaiki pematang. Juga Sebagai ukuran dsar luas pesemaian yang harus dibuat kira kira 1/20 dari araeal sawa yang bisa ditanamai. Jadi jikalau sawwah yang mampu ditanami seluas 1Ha, maka luas pesemaian yang harus dibuat ialah 1/20 x 10.000 m² = 500 m². Adapun biji yang dibutuhkan merupakan lebih kurang 75 gram biji setiap 1 m², atau sejumlah kira kira 40 kg. 

* Pesemaian Lahan Kering 
Prinsip pelaksanaan pesemaian kering sama dengan pesemaian basah. Rumpu-rumput dan sisa-sisa jerami yang ada mesti dibersihkan lebih-lebih lalu. Tanah dibolak-balik bersama bajak dan digaru, atau bisa dan halus. juga menggunakan cangkul yang terpenting tanah menjadi gembur.Setelah tanaha menjadi halus, diratakan dan dibuat bedenganbedengan. Adapun ukuran bedengan juga sebagai berikut : Tinggi 20 centimeter, lebar 120 cm, panjang 500-600 centi m.Antara bedengan yang satu dengan yang lain diberi jarak 30 centi meter yang merupakan selokan yang mampu digunakan utk 
memudahkan : Penaburan biji, pengairan, pemupukan, penyemprotan hama, penyiangan, dan pencabutan bibit. 

Penaburan Biji Padi
Buat memilih biji-biji yang bernas dan tidak, biji harus direndam dalam air. Biji-biji yang bernas dapat 
tenggelam sedangkan yang biji-biji yang hampa bakal terapung. dan biji-biji yang terapaung bisa dibuang. Maksud perendaman tak hanya memilih biji yang bernas, biji serta agar cepat berkecambah. Lama perendaman cukup 24 jam, setelah itu bijhi diambil dari rendaman dahulu di peram dibungkus memakai daun pisang dan karung. 

Pemeraman dibiarkan selama 8 jam.Kalau biji sudah berkecambah dgn panjang 1 mm, maka biji disebar ditempat pesemaian. Diusahakan agar penyebaran biji merata, tidak terlalu rapat dan tidak terlalu jarang. Bila penyebarannya terlalu rapat bakal mengakibatkan benih yang tumbuh kecil-kecil dan lemah, tapi penyebaran yg terlalu jarang biasanya menyebabkan tumbuh benih tidak merata. 

Pemeliharaan Pesemaian 
Kepada pesemaian basah, begitu biji ditaburkan terus digenangi air tatkala 24 jam, baru dikeringkan. Genangan air dimaksudkan agar biji yang disebar tidak berkelompok-kelompok sehingga akan merata. Adapun pengeringan sesudah penggenangan selama 24 jam itu dimaksudkan agar biji tidak membusuk dan mempercepat pertumbuhaan. 

Pada pesemaian kering, pengairan dilakukan dengan air rembesan. Air dimasukan dalam selokan antara bedengan- bedengan, sehingga bedengan sanggup terus-menerus mendapati air dan benih mampu tumbuh tanpa mengalami kekeringan. 

Kalau benih sudah cukup akbar, penggenangan dilakukan dgn menyaksikan keadaan. Terhadap bedengan pesemaian kalau banyak ditumbuhi rumput, perlu digenagi aiar. Jika pada pesemaian tidak ditumbuhi rumput, maka penggenangan air hanya apabila memerlukan saja.• PengobatanUntuk menjaga kemungkinan serangan penyakit, pesemaian butuh disemprot dengan Insektisida 2 kali, adalah 10 hari setelah penaburan dan sesudah pesemaian berumur 17 hari. 

Penanaman Padi
Pemilihan Bibit : 
Pekerjaan penanaman didahului dengan pekerjaan pencabutan bibit di pesemaian. 
Bibit yang dapat dicabut adalah bibit yang sudah berumur 25-40 hari(tergantung jenisnya), berdaun 5-7 helai. 

Sebelum pesemaian 2 atau 3 hari tanah digenangi air agar tanah menjadi lunak dan memudahkan pencabutan. Caranya, 5 sampai 10 batang bibit kita pegang menjadi satu seterusnya ditarik ke arah badan kita, usahakan batangnya jangan sampai sampai putus. Ciri-ciri bibit yang baik antara lain : 
- Umurnya tidak lebih dari 40 hari 
- Tingginya sekitar dari 40 hari 
- Tingginya kurang lebih 25 centimeter 
- Berdaun 5-7 helai 
- Batangnya besar dan kuat 
- Bebas dari hama dan penyakit. 

Bibit yang telah dicabut lalu diikat dalam satu ikatan besar untuk memudahkan pengangkutan. Bibit yang telah dicabut harus segera ditanam, jangan sampai bermalam. Penanaman padi yang baik harus menggunakan larikan ke kanan dank e kiri bersama jjarak 20 x 20 centimeter, factor ini untuk memudahkan pemeliharaan, baik penyiangan atau pemupukan dan mengizinkan setiap tanaman memperoleh sinar matahari yang pass dan zat-zat makanan dgn cara merata.Dengan berjalan mundur tangan kiri memegang bibit, tangan kanan menanam, tiap lubang 2 atau 3 batang bibit, dalamnya kira-kira3 atau 4 centi meter. Diusahakan penanaman tegak lurus jangan sampai miring.Usahakan penanaman bibit tidak terlalu dalam ataupun terlalu dangkal. Bibit yang ditanam terlalu dalam akan menghambat pertumbuhan akar dan anakannya sedikit. Bibit yang ditanam terlalu dangkal akan menyebabkan mudah reba atau hanyut oleh aliran air. Dengan demiikian jelas bahwa penanaman bibit yang terlalu dalam maupun terlalu dangkal akan berpengaruh kepada hasil produksi. 

PemeliharaanPengairan : Air yang dipergunakan utk pengairan padi di sawah ialah air yang berasal dari sungai, dikarenakan air sungai banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran yang sangat berguna buat menambah kesuburan tanah dan tanaman. Air yang berasal dari mata air kurang baik untuk pengairan sawah, dikarenakan air itu jernih, tidak mengandung lumpur dan kotoran. 

Memasukan air kedalam sawah dapat dilakukan dengan cara yg ialah berikut : Air yang dimasukan ke petakan-petakan sawah merupakan air yang berasal dari saluran sekunder. Air dimasukan ke petakan sawah melalui saluran pemasukan, dengan menghentikan lebih lalu air kepada saluran sekunder. Utk menjaga agar genangan air didalam petakan sawah itu tetap, jangan sampai lupa dibuat serta lubang pembuangan. Lubang pemasukan dan lubang pembuangan tidak boleh dibuat lurus. Hal ini dimaksudkan supaya ada pengendapan lumpur dan kotoran-kotoran yang amat sangat berguna bagi 
pertumbuhan tanaman. 

Jika lubang pemasukan dan lubang pembuangan itu dibuat lurus, maka air bakal terus mengalir tanpa adanya pengendapan.Pada waktu mengairi tanaman padi di sawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dgn umur tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara sebagai berikut : 
Tanaman yang berumur 0-8 hri dalamnya air lumayan 5 senti m.
Tanaman yang berumur 8-45 hari dalamnya air bakal ditambah hingga 10-20 centi meter. 
Tanaman padi yang sudah membentuk bulir dan mulai menguning dalamnya air dapat ditambah hingga 25 cm. setelah itu dikurangi sedikit demi sedikit.Sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama sekali. Agar padi dapat masak bersama- sama. 

Penyiangan dan Penyulaman 
Sesudah penanaman, Seandainya tanaman padi ada yang mati harus langsung diganti(disulam). Tanaman sulam itu bisa menyamai yang lain, jikalau penggantian bibit baru janganlah hingga sampai lewat 10 hhari setelah tanam.Tidak Cuma penyulaman yang perlu dilakukan ialah penyiangan agar rumput-rumput liar yang tumbuh di lebih kurang tanaman padi tidak bertumbuh banyak dan mengambil zat-zat makanan yang dibutuhkan ttanaman padi. Penyiangan dilakukan dua kali yang perdana setelah padi berumur 3 minggu dan yang kedua setelah padi berumur 6 minggu. 

Pemupukan 
Pemupukan dilakukan guna untuk menambah zat-zat dan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan oleh tanaman di dalam tanah, pun agar tanaman yang ditanam memperoleh asupan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman itu sendiri. Utk tanaman padi, pupuk yang difungsikan antara lain:
1. Pupuk alam, juga sebagai pupuk dasar yg diberikan 7-10 hari sebelum tanaman dapat difungsikan pupuk-pupuk alam, misalnya : pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos. Jumlahnya kira-kira 10 ton / ha.
2. Pupuk buatan diberikan sesudah tanam, misalnya : ZA/Urea, DS/TS, dan ZK. Adapun manfaat pupuk tersebut juga sebagai berikut : ZA/Urea : menyuburkan tanah, mempercepat tumbuhnya anakan, 
mempercepat tumbuhnya tanaman, dan menambah besarnya gabah.DS/TS : mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang pembungaan dan pembentukan buah, mempercepat panen.ZK : memberikan ketahanan tanaman pada hama / penyakit, dan mempercepat pembuatan zat pati. 

Pemberantasan Hama Dll 
banyak yang menyerang padi sedang menguning, gunakan benda-benda buat menghalaunya burung. Walang sangit, penyerangan dilakukan waktu padi masihlah jejaka, walang sangit dapat diberantas dengan disemprot menggunakab DDT atau disuluh (dipasang lampu). Tikus, hewan yang satu ini bisa merugikan petani dengan jumlah besar kerena mereka bisa merusak areal yang cukup luas dengan saat yang tidak lama. Tikus bisa diberantas dengan gropyokan atau dgn berikan umpan yang berupa ketela, jagung & kemudian yang dicampur dengan phospit. Ulat serangga, serangga- serang itu bertelur pada daun, jika menetas ulatnya merusak batang dan daun. Trick pemberantasannya harus disemprot dgn obat-obat insektisida, misalnya : DDT, Aldrin, Endrin, Diazinon & kemudian.
Baca juga Cara Pemupukan Pada Tanaman Padi.

Rabu, 16 September 2015

Jual Karung Beras, Karung Laminasi 5kg, 10kg, 20kg, dan 25kg di Surabaya

Kami menjual karung beras, karung laminasi, karung laminating harga murah, langsung dari pabrik. Tersedia juga karung transparan, karung putih polos, karung cream, karung kuning & karung hijau.
Untuk karung beras laminasi tersedia berbagai ukuran:
Karung 100% Laminasi (depan belakang laminasi):
- Ukuran 5 kg ( 30 x 50 cm)
- Ukuran 10 kg ( 35 x 55 cm)

Karung 50% Laminasi ( 1 sisi laminasi, hanya bagian depan yang dilaminating )
- Ukuran 20 kg ( 40 x 70 cm)
- Ukuran 25 kg ( 45 x 75 cm)

Merk atau Cap karung laminasi yang ready stock, dijual untuk umum antara lain:
- Cendrawasih
- Kepala Singa
- Pak Tani
- Lele Super
- Bunga
- Bianglala
- Putri Agri
- Aprikort, dll.
Minimal order karung laminasi, karung putih, dan karung transparan 5.000 lembar.

Melayani Pemesanan Karung Merk Khusus
Kami juga melayani pemesanan karung beras laminasi merk/cap khusus sesuai desain Anda.
- Untuk pemesanan karung laminasi merk khusus minimal order 30.000 lembar.
  Ada tambahan biaya silinder/film, biaya tergantung ukuran karung.
- Untuk pemesanan karung sablon merk khusus minimal order 5.000 lembar.
  Ada tambahan biaya film, biaya tergantung ukuran karung.

Info harga karung laminasi dan cara pemesanan karung laminasi silahkan hubungi kami:
- sms/call: 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 / 0852.3392.5564.
- email: limcorporation2009@gmail.com

Senin, 20 Juli 2015

Kompos Jerami, Solusi Murah Penyiapan Lahan Tanam Padi

Tanah olahan untuk persiapan tanam padi membutuhkan kandungan organic yang besar sebagai basis penyuburan tanah. Keberadaan berbagai sel hidup dan bakteri yang menumpuk pad tanah akan membantu penguraian tanah, memasukkan oksigen dan CO2 untuk pembakaran, sekaligus melepaskan senyawa beracun yang ada di dalam tanah. Untuk itu dibutuhkan solusi yang tepat, cepat dan murah, sebagaimana Kompos Jerami, Solusi Murah Penyiapal Lahan Tanam Padi.

Karena itu, disarankan untuk tidak membuang jerami dari hasil panen padi kita. Jerami sangat membantu proses pengembalian kesuburan tanah. Jerami menjadi solusi yang murah, mudah dan cepat untuk meningkatkan produktifitas padi. Luangkan waktu saktu sekitar satu bulan untuk melakukan proses penogmposan jerami yang akan disampaikan di bawah pada artikel ini, sambil dilakukan persiapan tanam padi dengan pengolahan lahan.
* Pastikan kebutuhan karung beras, karung laminasi pada kami. Dapatkan info karung beras & karung laminasi disini.

Langkah Membuat Kompos Jerami
Kompos jerami adalah pupuk organic yang dapat kita siapkan untuk membantu kesuburan tanah tanaman padi. Untuk memperlancar proses ini, peralatan yang bias disiapkan adalah ember atau alat siram, sabit, dan plastic penutup jerami, juga bahan utama yang tidak kalah penting (dan harus beli) adalah adalah Aktivator pengomposan (Acticomp atau Promi). Proses pembuatan kompos jerami adalah sebagai berikut:
1. Sebelumnya siapkan aktivaftor pengomposan sesuai dengan dosis yang dituliskan pada label activator. Campu activator dengan air sesuai ketentuannya.

2. Tumpuklah jerami sambil dibasahi dengan cara disiram tipis-tipis activator pengomposan. Lakukan penumpukan beberapa lapis, lalu disiram dengan activator pengomposan, ditumpuk lagi dan disisram, sehingga keseluruhan jerami yang ditumpuk dapat basah oleh air aktivator pengomposan.

3. Setelah selesai menumpuk jerami dan membasahi dengan activator pengomposan, maka tutplah jerami  dengan menggunakan plastic hitam secara rapat, talilah di bagian bawah, tengah dan atas untuk memastikan jerami tertutup rapat oleh plastik.

4. Jerami akana mengalami peningkatan suhu sejak hari pertama, dan meningkat hingga 70 derajat celcius di hari kedua dan ketiga. Ini adalah tanda yang cukup bagus dimana pengomposan sedang berjalan baik dengan hadirnya mikroba yang mengurai bentuk jerami.

5. Lakukan pemeriksaan seminggu sekali, apakah ada proses perubahan yang merata atau tidak. Jerami akan terlihat semakin menyusut, berubah warna jadi coklat kehitaman. Jika ada yang tidak mengalami perubahan, maka baliklah agar mendapatkan basahan dari jerami lain sehingga dapat mengikuti perubahan. Jika sangat kering, maka tanmbahlah air secukupnya untuk membantu perubahan. Setelah itu tutup rapat kembali dengan plastic, dan periksa kembali tiap minggu hingga berakhir waktu pengomposan sekitar satu bulan.

Hasil Pengomposan Jerami
Hasil dari pengomposan jerami atau bias kita sebut jerami matang adalah ditandai dengan perubahan fisik bentuk jerami, yakni;
- Jerami berubah menjadi berwarna coklat dan kehitam-hiataman.
- Jerami menjadi sangat lunak dan sangat mudah dihancurkan
- Jerami tidak berbau menyengat atau brbau busuk
- Jerami menyusut hingga terlihat hanya separo, atau menyusut 50 persen.

Sebarkan Ke Seluruh Permukaan Lahan Sawah Siap Tanam Padi
Di saat kompos jerami telah jadi, maka proses pembajakan satu dan pembajakan telah selesai. Kompos jerami dapat dicampurkan pada lahan sawah pada saat proses penggaruan sebelum tanam padi. Kompos jerami ini juah lebih baik dari pada jerami dibakar atau sekedar dipendamkan saja. Setelah tanam, maka dapat dilihat bagaimana perbedaan kondisi tanah dan kesuburan padi. Demikian maksud kompos jerami, solusi murah penyiapan lahan tanam padi.
* Baca juga Rahasia Sukses Menanam Padi, Banyak Anak Banyak Rejeki


Kamis, 09 Juli 2015

Rahasia Sukses Menanam Padi, Banyak Anak Banyak Rejeki

Rahasia sukses petani dari filosofi Jawa “Banyak Anak Banyak Rejeki” memang tepat diaplikasikan pada penanaman padi. Semakin banyak anak padi yang tumbuh dari penyemaian kita, maka potensi kuantitas panen padi juga akan meningkat. Falsafah para petani terdahulu ini tetap harus kita tumbuhkan pada proses pertanian padi, tentu saja dengan cara yang tepat dan benar.

Pengalaman menanam padi dari masing-masing petani bisa saja memang berbeda-beda. Segala pengalaman tersebut bertujuan untuk mendapatkan banyak anakan padi dengan kualitas yang baik dan tumbuh serta menghasilkan bulir-bulir padi yang melimpah dari masing-masing tanaman. Untuk itu kami bagikan pengalaman rahasia mendapatkan “banyak anak” ini sebagai berikut;

Pilih Bibit Padi Unggul Muda
Bibit padi muda yang ditanam dengan baik lebih memberikan harapan menumbuhkan “anak-anak” padi yang lebih baik dan lebih banyak. Karena itu tanamlah bibit padi pada usia antara 10 – 18 hss (Hari Setelah Sebar). Jangan lupa untuk memilih bibit padi dengan kualitas yang paling baik dari yang ada.

Pemupukan Phospat Seawal Mungkin
Pupuk Phospat selalu membutuhkan waktu yang agak lama sampai terserap oleh akar tanaman. Karena itu lakukan pemupukan seawall mungkin, sehari atau dua hari sebelum bibit padi ditanam. Phospat ini merangsang pertumbuhan akar lebih cepat. Menghadirkan Phospat seawall mungkin juga sangat membantu “anak-anak” padi memiliki akar yang kuat dan lebih panjang.

* Bagi Anda yang membutuhkan info seputar Pabrik dan Distributor Karung Beras, Karung Laminasi/Karung Laminating, dan Karung Metalizing silahkan klik disini

Pemupukan Nitrogen Lebih Awal
Rahasia sukses petani juga terkait dengan pemupukan nitrogen yang tepat. Lakukan pemberian nitrogen paling lambat lima hari setelaha tanam bibit padi. Nitrogen sangat penting merangsang bibit padi segera memperbanyak “anak-anak” padi. Jika tidak segera, maka pada saat “anak-anak” padi mulai tumbuh sedangkan nitrogen belum disebar, maka cita-cita “banyak anak” tersebut sedikit mengalami hambatan.

Tanam Bibit Padi Tidak Terlalu Dalam
Jangan lupa penanaman bibit padi dengan jarak cukup 1-2 cm saja, jangan terlalu dalam. Tanam bibit padi yang terlalu dalam menghambat “anak-anak” padi segeran menembus permukaan tanah.

Kontrol Pengairan, Jangan Tergenang Terus
Lakukan variasi dalam pengairan. Lakukan pemetaan waktu. Tahan air hingga tanah membentuk retakan rambut. Lalu aliri lagi air secara merata, hentikan hingga mongering membentuk retakan rambut lagi.

Gunakan Varietes Unggul Benih Padi
Masing – masing petani memiliki pilihan sendiri sesuai pengalaman. Pilihlah benih padi yang terbaik dan unggul.

Tanam dengan Sistem Jajar Legowo
Jarak yang terlalu rapat membuat “anak-anak” padi nantinya kurang produktif. Tentu ini berbeda jika menggunakan sistem jajar legowo, memperhatikan jarak tanam padi dengan jarak setelah empat atau tiga saf tanam dengan jarak yang lebih lebar. Pelajari sistem penjarakan tanam padi jajar legowo ini dengan baik dan benar.

Tambahkan Zat Pengatur Tumbuh atau Hormon
Jika dibutuhkan lakukan pemberian hormon ini pada usia padi 15 hari setelah tanam. Pemberian hormone ini boleh ditinggalkan tentu saja dengan hasil yang sedikit berbeda.

Jangan Lupa Pupuk Organik
Berikan pupuk organik kering atau cair, sesuai dengan kebutuhan yang Anda inginkan, sesuai dengan pengalaman. Pupuk organik sangat membantu proses peremajaan tanah kembali terjadi.

Waspada Hama dan Pembusukan Pangkal Batang
Perlu kearifan untuk menghilangkan segala hama pengganggu, seperti keong emas, tikus, dan sundep. Pelajari dengan baik pula bagaimana cara agar pangkal batang padi tidak mengalami pembusukan.
Silakan dimulai, semoga Sukses Menanam Padi, “Banyak Anak Banyak Rejeki” benar-benar menghampiri kita pada saat panen tiba.